Senja pagi waduk gajah mungkur
Seja pagi menimbulkan keindahan secara alami yang memang dibutuhkan kealamian untuk dapat bertahan hidup disana. Wonogiri merupakan suatu kabupaten di Selatan
kota Solo.yang mana rata kehidupan disana mengandalkan petanian serta perkebunan. Mungkin kurang dari 30% penduduk yang berpenghasilan bukan dari bertani. Gambar ini sebuah sisi dari Waduk gajah mungkur,yang baru-baru ini telah menenggelamkan banyak
kota di Jawa Tengah hingga Jawa Timur (2007).

Gunung ini yang disebut dengan Gunung Gajah Mungkur,dibalik sana terbentang Waduk. Dan mengapa disebut Gajah Mungkur, sebab dapat dilihat dari kejauhan seperti seekor Gajah sedang terlungkup (bhs jawa = mungkur).
Kota ini mungkin masih sangat jauh dikatakan maju.sebab banyak sekali kendala-kendala mulai dari kurangnya sarana prasarana penunjang baik dalam transportsi maupun kesehatan. Pada tahun 1980 masih dapat terlihat banyaknya penduduk yang terkena penyakit gondok (bejolan pada leher)yang disebabkan oleh kurangnya garam beryodium. Tapi pada saat ini sudah mulai hilang,dengan maju serta mudahnya mencari garam beryodium pada masa ini.
Satu hal lagi, jika pada musim kering banyak sekali warga desa yang kesulitan akan air baik itu untuk konsumsi maupun untuk keperluannya lainnya. Disebabkan semakin berkurangnya sumber-sumber air ataupun mata air yang menjadi penopang hidup mereka. Penah saya membaca artikel sebuah surat kabar harian lokal sana, bahwa sejak ratusan tahun daerah wonogiri memang merupakan wilayah yang sulit akan air dimusim kemarau. hmm sangat keras sekali kehidupan disana.

Ini merupakan rumah terakhir digenerasi ketiga.yang mana saat ini sudah tidak dihuni lagi,dikarenakan menghilangnya generasi selanjutnya. Mereka mencari kehidupan yang lebih baik lagi. Dan mungkin masih banyak rumah-rumah tidak berpenghuni disana.
Apakah tidak dapat memberikan kehidupan yang menjanjikan disana..??
Banyak dari masyarakat disana meratau entah keibukota Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya, bahkan tidak sedikit pula yang merantau hingga kenegara-nergara dibelahan dunia.
Ada hal menarik di kota ini, akan terlihat ramai jika diwaktu raya Islam (Idul’fitri / lebaran). Mereka perantauan akan kembali untuk menemui orang tua atau famili mereka. Dan ini menjadikan rejeki tambahan bagi pekerja transportasi. Tapi setelah selesai akan kembali kesedia kala sepi.
Apabila sanak saudara dan famili mereka pergi juga untuk mencari kehidupan yang lebih baik lagi, seperti apakah kondisi Wonogiri selanjutnya..??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar